Cari Tahu Cara Menghitung Kekuatan Beton Untuk Konstruksi

Cari Tahu Cara Menghitung Kekuatan Beton Untuk Konstruksi
21 Oktober 2020 Concrete
In Konstruksi
Cari Tahu Cara Menghitung Kekuatan Beton Untuk Konstruksi

Menghitung kekuatan beton perlu memperhatikan aspek perencanaan campuran bahan dan standar perhitungan.

Menghitung kekuatan beton perlu dilakukan untuk memastikan kualitas beton sesuai dengan penggunaan beton pada konstruksi.

Hal ini bertujuan agar konstruksi akan berhasil dan memiliki daya tahan yang baik. Beton sendiri merupakan bagian penting dari berbagai konstruksi yang sering dibuat dengan campuran air, semen, dan agregat.

Bagaimana Cara Menghitung Kekuatan Beton?

Menghitung kekuatan beton dapat dilakukan apabila sudah mencapai umur 28 hari.

Kuat tekan yang dihasilkan harus disesuaikan dengan syarat yang sudah ditentukan. Benda yang akan diuji harus diletakkan pada mesin.

Setelah itu, pemberian beban hingga benda uji hancur atau runtuh. Hal tersebut terjadi saat beban maksimal bekerja. Kekuatan penekanan beton dapat dihitung dengan menggunakan rumus: P=F/A

Keterangan rumus tersebut yaitu:

F= Gaya Maksimal berasal dari mesin penekan (N)

A= Luas penampang yang akan diberikan penekanan (cm2)

P= Kuat tekan (N/cm2)

Baca juga:

Alat Uji Beton

Perencanaan Kerangka Menghitung Kekuatan Beton

Perencanaan pada pembuatan campuran beton ditentukan dari bahan beton yang sesuai. penentuan komposisi tiap-tiap bahan memberikan hasil beton berkualitas dan ekonomis.

Terdapat beberapa syarat beton keras. Diantaranya ditentukan oleh teknik pengecoran seperti pengangkatan, pemadatan dan perletakan. Selain itu, dipengaruhi oleh jenis struktur. Berikut beberapa kerangka menghitung kekuatan beton untuk perencanaan campuran bahan beton :

Kuat Tekan Beton

Menghitung kekuatan beton terdiri atas beberapa perhitungan. Diantaranya meliputi, standar deviasi, nilai tambah dan kuat tekan rata-rata. Hasil perhitungan pada standar deviasi dapat dijadikan sebagai :

  • Perwakilan bahan  material yang sesuai prosedur pemeriksaan mutu dan keadaan produksi yang sama sesuai yang direncanakan
  • Nilai standar deviasi dapat mewakili kuat tekan beton dengan nilai limit 7 MPa
  • Hasil pengujian setidaknya 30 hasil pengujian secara urut. Selain itu, dapat mengambil hasil dari dua kelompok pengujian dari produksi dengan lamanya waktu kurang dari 45 hari.
  • Pemilihan Faktor Air Semen

Faktor air semen sangat berpengaruh pada hasil perhitungan kekuatan beton. Faktor ini dibutuhkan untuk memperoleh kuat tekan rata-rata. Target tersebut didasarkan atas keterkaitan kuat ekan dengan faktor air. Hal tersebut bersesuaian dengan bahan dan keadaan pekerjaan. Selain itu, bersesuaian dengan SNI 03-2034-1993.

Baca juga:

Jenis Beton Bertulang

Nilai Slump

Penetapan nilai ini didasarkan atas keadaan pelaksanaan agar didapatkan beton yang mudah diaplikasikan. Selain itu, beton dapat dengan mudah dituangkan, dilakukan pemadatan dan pemerataan.

Slump sendiri merupakan salah satu pengetesan sederhana untuk mencari tahu workability beron segar yang akan diaplikasikan dalam pengecoran. Pengukuran nilai ini sangat berpengaruh pada mutu dan kekuatan beton itu sendiri.

Test Kekuatan Beton

Ukuran Butiran

Ukuran besar kecilnya agregat maksimal didasarkan atas ukuran penggunaan agregat.

Barometer tersebut  tidak diperbolehkan melebihi seperlima jarak paling kecil di antara bidang samping cetakan. Sepetiga dari ukuran ketebalan pelat dan tiga perempat dari jarak bersih maksimal diantara batang maupun berkas tulangan.

Kadar Air Bebas

Penggunaan kadar air bebas dapat didasarkan atas agregta yang dapat dipecah dan tidak dipecah. Penggunaan agregat campuran dapat disesuaikan dengan standar SNI 03-2834-1993.

Baca juga:

Harga U Ditch

Berat Jenis Relatif

Terdapat berat jenis pada agregat secara relatif. Hal tersebut ditentukan berdasarkan perolehan data hasil pengujian. Apabila tidak ada maka dapat digunakan agregat tidak pecah. Ukuran yang digunakan 2,5, agregat dipecah berukuran 2,6 dan 2,7. Berat jenis yang digabung dapat dirumuskan dengan  agregat gabungan = (% agregat halus x  berat jenis agregat halus) + (% agregat kasar x berat jenis agregat kasar).

Perbandingan Campuran Beton

Perhitungan kekuatan material beton juga memperhitungkan perbandingan campuran beton.

Proposisi yang tepat sesuai dengan standar menghasilkan beton baik. Perbandingan mix betob terdiri atas agregat kasar, agregat halus, air dan semen.

Penghitungan bahan material menggunakan satuan kilogram per meter kubik adukan. Menghitungan kekuatan beton bisa dengan menggunakan kerucut abrams menggunakan benda uji berbentuk silinder dan kubus.

Penghitungan tersebut dilakukab agar mendapatkan hasil beton dengan kualitas sesuai yang direncanakan dan berstandar.

Ketepatan penghitungan kekuatan beton sangat penting untuk mengetahui mutu beton itu sendiri. Selanjutnya, pekerjaan kontruksi bisa menghasilkan kualitas yang terjamin sesuai dengan perencaaan awal.

Comments (0)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Untuk melakukan pemesanan serta konsultasi, silakan chat di sini dengan aplikasi Whatsapp
WeCreativez WhatsApp Support
Akel
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Pak Wali
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Pak Ihsan
Tersedia