Lining Sebagai Penahan Erosi Saluran Drainase

Lining Sebagai Penahan Erosi Saluran Drainase
6 Desember 2020 Concrete
In Konstruksi
Lining Sebagai Penahan Erosi Saluran Drainase

Lining penahan erosi saluran menjadi salah satu bagian konstruksi yang bisa membantu atasi masalah erosi pada berbagai daerah

Dalam artikel ini kami coba ulas mengenai kegunaan hingga jenis lining sebagai penahan erosi pada saluran drainase

Definisi Lining Dalam Konstruksi

Lining (Kanal Lining) adalah konstruksi lapisan kedap yang dibuat pada sisi maupun dasar pada saluran drainase, dengan tujuan untuk menguatkan dan menghindari terjadinya longsor karena penyerapan air

Lining penahan erosi saluran merupakan salah satu bagian penting konstruksi saluran drainase untuk mengatasi masalah erosi atau pengikisan tanah pada saluran.

Penggunaan bangunan penahan ini memiliki banyak fungsi dan beragam jenis. Selain itu, kemampuan dapat menahan tanah agar tidak mudah mengalami penggerusan akibat arus air.

Baca juga: Jenis Drainase

Berbagai Kegunaan Lining Penahan Erosi Saluran

Pemakaian lining pada saluran drainase memberikan banyak keuntungan untuk mencegah terjadi erosi tanah. Selain itu, terdapat beberapa keuntungan lainnya sebagai berikut :

  • Menghambat rembesan air
  • Mengatasi masalah pengikisan akibat erosi maupun gerusan
  • Mengatasi pertumbuhan air yang merajalela
  • Menghemat biaya pengeluaran untuk perawatan
  • Memberikan kelonggaran untuk lengkungan besar
  • Tanah yang mengalami erosi lebih sedikit

Pemakaian lining memang sengaja untuk mengatasi masalah erosi pada saluran. Apabila tidak segera mengambil keputusan untuk pemasangan lining, maka dapat tentunya saluran drainase akan mengalami pendangkalan.

Baca juga:

Turap Beton
Pembuatan Lining Pada Saluran Drainase

Berbagai Macam Lining Penahan Erosi Saluran

Pemakaian lining penahan erosi sudah mulai banyak penggunaannya dalam berbagai jensi saluran irigasi maupun bangunan air.

Perlu untuk mengetahuinya bahwa pembuatan lining membutuhkan berbagai jenis bahan material beberapa antara lain meliputi, material ferrocement, tanah tebal dan lining permukaan keras. Berikut beberapa penjelasannya :

Lining Permukaan Keras

Lining dengan permukaan keras terdiri atas plesteran berupa pasangan batu kali maupun beton. Ketebalan minimal untuk pasangan batu dapat mencapai 30 cm.

Sedangkan, beton tumbuk memiliki ketebalan sekitar 8 cm. Tidak hanya itu, ketebalan tersebut kegunaann saluran kecil yang memiliki kecepatan 6 meter kubik per detik. Namun, ketebalan untuk saluran drainase yang lebih besar dapat mencapai 8 10 cm.

Lining penahan erosi dengan permukaan keras juga menggunakan pasangan beton bertulangan dengan ketebalan 7 cm.

Baca juga:

Harga Precast U Ditch

Sedangkan, ketebalan minimal dari pasangan beton ferrocement sekitar 3cm. Lining untuk pasangan semen tanah yang dipadatkan memiliki ketebalan minimim 10 cm untuk saluran kecil. Sedangkan, saluran besar 15 cm.

Perlu mengetahuinya juga bahwa pasangan pada permukaan keras harusnya melakukan pengecekan untuk mengetahui tekanan air tanah. Jika stabilitas pasangan mengalami gangguan. Maka perlu melakukan pertimbangan untuk membuat bangunan bebas terhadap tekanan.

Tanah

Lining dari tanah yang memiliki ketebalam mencapai 60 cm yang digunakan pada bagian dasar saluran. Sedangkan, untuk pembuatan talut pada saluran memiliki ketebalan mencapai 75 cm.

Lining Ferrocement

Bahan ferrocement merupakan jenis konstruksi dinding beton bertulangan dengan karakteristik tipis yang dibuat dari bahan mortar semen hidrolis. Selain itu, kerangkanya berasal dari tulangan kawat anyam atau jala dengan perlapisan rapat, serta ukurannya relatif kecil.

Anyaman yang digunakan pada lining ferrocement dibuat dari logam maupun bahan material lain. Lining ini juga membutuhkan mortar dengan kehalusan dan matirksnya sesuai dengan anayaman dan selimut dengan lapisan serat fiber.

Pemakaian beton ferrocement untuk pembuatan lining juga memiliki perbedaan dengan beton pada umumnya. Beberapa diantaranya sebagai berikut :

  • Karakteristik fisiknya tipis dengan tulangan terdistribusi pada setiap ketebalannya
  • Penulangannya dilakukan secara 2 arah
  • Matriks terdiri atas agregat halus dan semen
  • Sifat mekaniknya seragam
  • Kuat lentur dan kuat tariknya tinggi
  • Mempunyai ratio penulangan tinggi
  • Luasan peretakkan pada tiap beban tarik memiliki perbedaan
  • Rasio tulangan anyam meningkat sebanding dengan duktilitas
  • Bahan kedap terhadap air
  • Memiliki kelemahan pada suhu tinggi
  • Ketahanan beban kejut tinggi
  • Metode pembuatan memiliki proses berbeda daripada beton bertulangan
  • Perawatan dan pemeliharaan mudah
  • Biaya konstruksi lebih murah dibandingkan beton bertulangan maupun kayu dan material berupa komposit.

Bahan material pembuatan lining dari beton ferrocement berasal dari Kombinasi semen, pasir dan tulangan besi beton. Penggunaan dengan ukuran diameter 6 mm atau 8 mm dengan menggunakan kawat anyam.

Baca juga:

Harga Ready Mix

Sedangkan, ukuran perbandingan semen dengan pasir umunya 1:3. Angka perbandingan tersebut penyesuaiannya dengan hasil pengujian pada laboratorium.

Lining penahan erosi saluran memiliki peran penting dalam pembuatan berbagai kebutuhan irigasi dan bangunan air. Perlu untuk mengetahui bahwa bahan pembuatan lining juga wajib memperhatikannya untuk jangka waktu yang lama.

Comments (0)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Untuk melakukan pemesanan serta konsultasi, silakan chat di sini dengan aplikasi Whatsapp
WeCreativez WhatsApp Support
Akel
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Pak Wali
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Pak Ihsan
Tersedia