Mengenal Kegunaan Flat Slab Reinforcement

Mengenal Kegunaan Flat Slab Reinforcement
12 Agustus 2020 Concrete
In Konstruksi
Mengenal Kegunaan Flat Slab Reinforcement

Flat Slab Reinforcement adalah pelat beton bertulang yang pemasangannya ditumpu secara langsung oleh kolom-kolom beton. Pemakaian perkuatan dengan flat slab ini sendiri memiliki berbagai keuntungan dibandingkan dengan memakai lantai yang terdiri dari blaok dan pelat.

Flat Slab Reinforcement menjadi pelat beton bertulang yang kuat dan kokoh untuk berbagai bangunan konstruksi masa kini

Salah satu alasan memakai jenis perkuatan ini adalah karena lebih ekonomis dimana acuan yang sederhana dan pengurangan tinggi lantai membuatnya lebih hemat.

Ciri-ciri Perkuatan Flat Slab pada Konstruksi

Flat slab sendiri memiliki ciri-ciri tententu. Yang perlu Anda ketahui juga adalah bahwa flat slab ini biasanya beda dari lantai, terdiri dari pelat dan balok. Cirinya sendiri yang menonjol adalah tidak adanya balok-balok penyangga di sepanjang garis-garis kolom. Akan tetapi, pada bagian tepi bangunan luar bisa ditemui balok.

Ciri-ciri Perkuatan Flat Slab pada Konstruksi

Sebuah konstruksi bangunan harus memperhatikan berbagai hal. Salah satunya adalah bagian lantai yang harus dibuat dengan metode yang tepat. Ada beberapa pilihan metode yang digunakan dalam perkuatan flat slab ini. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Metode desain langsung
    Metode ini disebut juga dengan Direct Design Method. Di dalamnya terdapat batasan-batasan penggunaan, yaitu : masing-masing arah minimum ada tiga bentang menerus. Selanjutnya, bentang panjang serta pendek tidak boleh perbandingannya lebih dari 2,0 pada setiap panel.
  • Metode portal ekuivalen
    Pada penggunaan metode ini, terdapat batasan tertentu. Tentunya hal ini digunakan dalam kondisi yang berbeda dengan metode yang sebelumnya.
    Terdapat pula beberapa metode lain dalam penerapan flat slab ini, seperti halnya : metode sederhana, metode elemen hingga.

Pengertian, Keuntungan, dan Kerugian Perkuatan Flat Slab pada Konstruksi

Perencanaan plat lantai sangatlah penting dalam dunia konstruksi. Salah satu aspek ini berfungsi dalam menyalurkan beban-beban yang bekerja sehingga bisa menuju struktur lain dan selanjutnya ke tanah keras.

Flat slab sendiri merupakan jenis plat lantai yang pemasangannya tanpa memakai balok secara langsung yang ditumpu oleh pondasi maupun kolom. Karena itulah, maka bagian kritis sekitar kolom penumpu perlu dipertebal guna memberikan perkuatan pada gaya geser dan lentur pada plat. Lalu, apa keuntungan memakai perkuatan ini?

Flat Slab Reinforcement

Keuntungan

Salah satu keuntungan dari perkuatan ini adalah lebih fleksibel dalam penataan ruang. Selain itu, proses waktu pengerjaan bisa lebih cepat. Hal inilah yang banyak disukai dan lebih efektif untuk konstruksi berbagai bangunan.

Keuntungan lainnya adalah penggunaan bekisting lebih mudah tanpa Anda membuat sekatan seperti halnya yang harus dilakukan pelat lantai balok dan pelat lantai lain.

Flat slab sendiri merupakan jenis plat lantai yang diharuskan mampu menahan beban lebih berat dari pada bangunan lainnya. Akan tetapi, jarak kolom maupun pondasi lebih dekat. Penggunaan flat slab bisa menghemat bekisting.

Pengerjaan plat lantai bsia lebih cepat dengan flat slab lantara struktur plat dibuat dimana pengecoran pelat dapat dilaksanakan tanpa harus didahului dengan pengecoran balok. Hal ini karena tidak adanya balok pada metode ini.

Secara lebih rinci, inilah keuntungan menggunakan flat slab pada bangunan Anda :

  1. Memberi fleksibilitas pada tata ruang yang Anda rencanakan
  2. Waktu pengerjaan proyek mnejadi lebih pendek yang disbebakan karena proses pembuatan dapat langsung dilakukan tanpa harus mengecor balok lebih dulu
  3. Memberikan kemudahan dalam pemasangan instalasi mekanikal maupun eletrikal pada bangunan yang Anda miliki
  4. Bisa menghemat tinggi bangunan
  5. Tulangan yang digunakan bisa dengan tulangan fabrikasi yang lebih praktis.
Flat Slab

Kerugian

Sementara itu, pemilihan flat slab juga tak lepas dari berbagai kekurangan. Pasalnya, flat slab didesain dengan memakai balok yang menhan gaya serta momen yang bekerja di atas pelat lantai. Dengan demikian, maka desain pelat lantai harus lebih tebal dari desain plat lantai. Hal ini membuat besarnya pekerjaan dan pengecoran. Secara lebih rinci, inilah kekurangan dari flat slab secara umum, yaitu :

  1. Kemampuan menahan beban berkurang karena tidak adanya balok-balok di sepanjang garis kolom
  2. Dapat menyebabkan keruntuhan pons karena besarnya tegangan geser ponds yang terjadi pada pelat di sekitar kolom.
  3. Konstruksi dengan memakai perkuatan flat slab ini memiliki kekakuan relatif rendah yang membuatnya untuk menerima gaya lateral jadi berkurang.

Baca juga:

Reinforced Concrete

Keunikan Konstruksi plat Lantai dengan Flat Slab

Flat slab berbeda dari plat datar biasanya. Di sini Anda akan menemui berbagai parameter yang membuat flat slab ini berbeda dan unik. Salah satunya adalah drop panel.

Drop panel adalah struktur tambahan yang digunakan pada plat lantai sistem flat slab yang selama ini banyak digunakan dalam konstruksi. keberadaannya bertugas sebagai pengganti balok. Tujuannya juga untuk menahan gaya geser serta mengurangi keruntuhan pons yang bisa terjadi pada daerah sambungan pelat serta kolom.

Yang kedua adalah kepala kolom yang merupakan pelebaran dari besar ke kecil dari ujung kolom pada sisi kolom bagian atas. Dengan adanya bagian ini maka kepala kolom mampu memberikan tambahan perkuatan geser dari beban pada lantai.

Baca juga:

Harga Pagar Panel Beton

Penggunaan Flat Slab pada Bangunan

Perkuatan dengan flat slab adalah sistem struktur dengan plat beton bertulang. Sistem ini disertai dengan perkuatan dua arah langsung serta ditunjang oleh kolom tanpa adanya balok.

Perlu Anda ketahui bahwa kolom merupakan batang tekan vertikal dari rangka struktural yang akan memikul beban dari balok. Kolom ini akan meneruskan beban-beban dari elevasi atas menuju ke elevasi yang lebih rendah yang pada akhirnya akan sampai ke tanah melalui pondasi.

Flat slab menjadi sistem yang simpel dan sederhana untuk metode konstruksi, cocok digunakan untuk bangunan dengan tinggi yang minimum. Jika sudah demikian, maka tulangan yang akan dirancang harus kuat guna menahan besarnya momen positif dan momen negatif. Maka dibutuhkan dua perancangan yaitu perancangan tulangan momen positif dan negatif.

Tips Membuat Plat Lantai Kokoh

Selain mengetahui keuntungan dan kerugian flat slab reinforcement di atas, maka Anda perlu mengetahui pula tips agar plat lantai kokoh. Hal ini tak lain karena struktur ini sangat penting dalam sebuah bangunan.

Hal pertama yang sangat penting adalah memperhatikan ukuran pondasi. Lebar pondasi ini sangat penting karena nantinya akan menahan beban bangunan. Selanjutnya adalah kerataan bidang yang menjadi hal utama. Material yang digunakan pun menjadi hal penting lainnya yang harus diperhatikan.

Mulai dari baja, semen, agregat dan air menjadi material yang harus dipilih bukan hanya dari kuantitas namun juga kualitasnya. Ada banyak cara dan metode yang digunakan untuk struktur plat lantai. Insinyur akan memilih cara terbaik yang tentunya akan sesuai dengan konsep bangunan, efektivitas dan budget yang Anda miliki.

Comments (0)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Untuk melakukan pemesanan serta konsultasi, silakan chat di sini dengan aplikasi Whatsapp
WeCreativez WhatsApp Support
Akel
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Pak Wali
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Pak Ihsan
Tersedia